“Waktu adalah kehidupan, sedangkan kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh – sungguh urusan yang lain…”
Waktu terus bergulir seiring dengan roda da’wah yang terus berputar. Tidak ada kata istirahat bagi mereka yang telah mengazzamkan hatinya untuk da’wah ini karena satu pertanyaan yang selalu muncul di benaknya, "Bagaimana ia bisa hidup bersama da’wah ini dan bagaimana da’wah dapat hidup dalam dirinya…?"
Setahun tiga bulan sudah kepengurusan ini berjalan dan Musyawarah Anggota pun telah kita laksanakan untuk mengevaluasi segala yang telah kita lakukan untuk da’wah kampus ini selama lebih kurang setahun terakhir. Berakhirnya kepengurusan ini tidak menandakan bahwa perjuangan kita telah usai, tapi sebaliknya, perjuangan ini masih sebegitu panjangnya dan kini saatnya tongkat ini diestafetkan kepada generasi yang lebih muda. Generasi yang dengan kemudaan usianya diharapkan akan mampu melanjutkan, memperbaiki, dan mengembangkan karya – karya da’wah yang telah diukir oleh generasi pendahulunya.
Ikhwan wal akhwat fillah, beban yang akan kita pikul beberapa saat lagi adalah beban yang teramat berat, beban yang membuat Rasulullah bertahan berjam – jam lamanya berdiri di malam hari untuk bermunajat dan berlindung kepada-Nya. Beban yang membuat para sahabat senatiasa menangis di penghujung – penghujung malamnya, dan membuat seorang Umar bin Khatab rela mengendap – ngendap seorang diri setiap malamnya untuk inspeksi, mencari tahu kondisi rakyatnya… Lihatlah sekeliling kita di kampus ini, maka akan kita temukan setumpuk permasalahan yang menanti untuk diselesaikan. Lihatlah saudara – saudara kita di kelas, di ruang ujian, atau di jurusan, maka akan kita temukan hati – hati yang sedemikian hausnya menanti sentuhan kasih sayang dan siraman ruhani dari kita…
Ikhwan wal akhwat fillah, masih banyak yang harus kita lakukan di kampus ini. Dengan segala konflik dan permasalahan yang ada di dalamnya, kita sama – sama memahami bahwa perjalanan baru yang akan kita hadapi bisa jadi akan lebih berat dan membutuhkan pengorbanan yang lebih dari apa yang telah kita berikan sebelumnya. Maka sungguh berutunglah mereka yang dengan sepenuh kesadaran segera melakukan perbaikan dan mencari perbekalan sebanyak – banyaknya menghadapi tuntutan – tuntutan da’wah yang akan segera sampai di pundaknya… Mari sejenak merenungi firman Allah berikut ini, “Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (Q.S. Al Anfal : 27)
Akan begitu banyak amanah yang akan kita pikul beberapa saat lagi, dan hanya ada satu harapan di hati – hati kita, semoga kita tergolong hamba – hamba-Nya yang mampu memelihara setiap amanah dan janji – janji yang kita buat sekecil apapun itu, hingga Allah memasukkan kita ke dalam surga Firdaus-Nya yang kekal kelak… ( lihat Q.S. Al Mu’minuun : 8 – 11 ) Ikhwan wal akhwat fillah, mari kita kembali meluruskan niat kita, dan menyiapkan diri menyongsong babak baru dalam perjalanan da’wah ini dengan bekal yang sebanyak – banyaknya. Dan bukankah sebaik – baik bekalan adalah taqwa…?
Wallahu a’lam bishshowab.














