| Teladan Orang yang Bertaubat |
|
|
|
| Written by Kms Zainal Abidin | |||||
| Thursday, 26 November 2009 07:56 | |||||
|
Kisah ini tentang tiga orang yang tidak ikut perang tabuk. Mereka adalah Kaâab bin Malik Radhiyallahu âAnhu, Muroroh bin Robiah, dan Hilal bim Umayyah. Kaâab bin Malik berkata: âKisahku tidak ikut perang Tabuk tidaklah aku memiliki kekuatan dan kekayaan daripada yang kupunyai daripada saat perang Tabuk terjadi, yaitu saat musim berbuah. Maka aku lebih condong mengurusi buah-buahan, ketika kaum muslimin bersiap-siap untuk pergi berperang, namun aku pergi ke rumahku dan tidak melakukan apapun, dan tertinggallah aku dari perang Tabuk. Semenjak keberangkatan Rasulullah dan para sahabat, aku menjadi sedih. Aku tidak mempunyai teman kecuali orang-orang yang tertuduh munafiq atau orang yang tidak mampu berperangâ.
Tatkala sampai berita kepadaku Rasulullah akan beranjak balik dari perang Tabuk, aku menjadi sangat sedih. Sampai terpikir olehku untuk membuat kedustaan, tetapi ketika Rasulullah datang aku memutuskan untuk berterus terang. Di pagi harinya Rasulullah tiba. Ketika Beliau berada di Masjid, berdatanglah orang munafiq yang tidak ikut berperang, nulailah mereka mwmbuat alasan di depan Beliau dan mereka bersumpah. Maka Rasulullah memaafkan mereka. Tatkala aku datang mengucapkan salam Beliau tersenyum, namun senyumnya adalah senyum orang marah. Beliau berkata: âKenapa Engkau tidak ikut berperang, bukankah Engkau telah membeli kendaraan?â. Aku menjawab, âYa Rasulullah seandainya aku berhadapan dengan orang lain, niscaya aku akan terbebas dari amarahnyakarena aku pandai berdebat. Namun aku menyadari kalau aku berbohong kepadamu agar aku ridah, maka Allah akan memnuatmu marah padaku. Namun jiak aku jujur kepadamu, maka engakau akan marah kepadaku, tetapi aku masih berharap akhir yang baik dari perkaraku kepada Allah. Demi Allah aku tidak punya alasanâ. Rasulullah berkata: âEngkau telah berkata jujur, pergilah sampai Allah memutuskan perkaramuâ. Setelah itu aku pergi, dan bangkitlah bbebdrapa dari bani salamah mengikutiku sambil berkata, âDemi Allah kami tidak tahu kalau pernah berbuat dosa sebelum iniâ. Setelah kejadian ini Rasulullah melarang kaum muslimin berbicara denganku dan dua sahabat lain yang tidak ikut berperang. Orang-orangpun menjauhi kami, sehingga aku merasa terasing dan tidak tentran di negeri yang aku kenal. Kedua temanku tinggal di rumah mereka dan menangis, sedangkan aku keluar rumah untuk shalat berjamah di Masjid. Aku berkeliling ke pasar, namun tak seorangpun yang berbicara denganku. Aku datang kepada Nabi dan aku ucapkan salam kepada Beliau. Kemudian aku shalat sunah di dekat Beliau sambil mencuri pandang. Jika aku memperhatikan shalatku, Beliau memandangiku, namun jika aku menoleh kepadanya, Beliau membuang muka dariku. Setelah berjalan 40 hari masa hukumanku, wahyu belum juga turun. Utusan Rasul datang kepadaku dan mengatakan agar aku menjauhi istriki. Demikian berlangsung 10 hari. Genap 50 hari sejak keputusan larangan berbicara dengan kami. kemudian aku shalat subuh, di bagian atas rumah kami. dadaku terasa sangat sempit. Lalu aku mendengar suara utusan yang mengatakan masa hukuman telah selesai dan Allah menerima taubatku dan dua temanku yang juga tidak ikut berperang pada perang Tabuk. Mendengar berita itu aku sujud syukur. Kemudian aku mendatangi Rasulullah yang sedang berada di masjid. Demi Allah tidak ada seorang muhajirin pun yang menyambutku kecuali Thalhah bin Ubaidillah. Kemudian aku menemui Rasulullah dan Beliau tersenyum bahagia karena Allah telah menerima taubatku. Semoga Allah menerima taubat kita. Aamien!!!
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||
| Last Updated on Wednesday, 25 November 2009 17:58 |
Login
Pengunjung Web







![]() | Hari ini | 339 |
![]() | Kemarin | 380 |
![]() | Minggu ini | 1533 |
![]() | Bulan ini | 3738 |
![]() | Total Pengunjung | 177335 |
>> Terbaru
>> Terpopuler
Powered by Joomla!. Designed by: Free Joomla 1.5 Theme, M6.net reviews. Valid XHTML and CSS.
(C) 2008-2010, Departemen Komdatin Nadwah | Developed by Luthfi | Best Viewed on Mozilla Firefox - 1024 by 768 px | Online Sejak 23 Dzulhijjah 1429 H / 22 Desember 2008 M








