| Tidur Sebuah Tanda Kekuasaan Allah |
|
|
|
| Written by Nadwah | |||||
| Sunday, 27 December 2009 20:32 | |||||
|
Allah SWT berfirman.:
âDan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.â (QS. Ar-Ruum: 23). Allah juga berfirman: âDan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.â (QS. An-Nabaâ: 9). Imam Ibnu Katsir berkata: âYaitu termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya Allah menjadikan sifat tidur bagi kalian diwaktu malam dan siang, dengan tidur, ketenangan dan rasa lapang dapat tercapai dan rasa lelah serta kepenatan dapat hilangâ. ADAB TIDUR a. Anjuran Qoyluulah Berkata Ibnu Atsir: âQoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun tidak tidurâ. Berdasarkan hadits: Dari Sahl Bin Saâd dia berkata: âTdaklah kami qoyluulah dan makan siang kecuali setelah shalat jumâatâ. Juga Rasulullah bersabda: âQoyluulah kalian sesungguhnya syaithon tidak qoyluulahâ. Al-Hazh Ibnu Hajar berkata: âHadits diatas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sahabat Nabi setiap harinyaâ. b. Tidur di awal malam Rasulullah adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur diawal malam dan bangun diawal sepertiga malam. Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur: âSuatu ketika aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk melihat bagaimana shalatnya Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidurâ. c. Dibencinya tidur sebelum lsyaâ dan ngobrol setelahnya. Berdasarkan hadits: Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum isyaâ dan bercakap-cakap setelahrtya. Al-Hazh lbnu Hajar berkata: âDibencinya tidur sebelum Isyaâ karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat isyaâ hingga keluar waktunya, adapun bercakapcakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya-pent, dapat meyebabkan tidur hingga shalat shubuh dan luput dari shalat malamâ. Kemudian Al-Hazh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setetah Isyaâ dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya. Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin. d. Menutup pintu, mematikan api dan lampu Berdasarkan hadits: Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: âMatikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian. Juga berdasarkan hadits: Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda: âJanganlah kalian meningalkan api yang menyala ketika kalian tidurâ. Imam Al-Qurthubi berkata: âBerdasarkan hadits ini apabila seseorang tidur sendirian sedangkan api masih menyala di dalam rumahnya hendaklah ia mematikan terlebih dahulu sebelum tidur, demikian pula apabila di dalam rumah terdapat beberapa orang hendaklah orang yang terakhir yang melakukannya, maka barang siapa yang meremehkan hal ini sungguh dia telah menyelisihi sunnah!â. Ibnu Daqiq Al-`Ied berkata: âPerintah menutup pinto sebelum tidur, di dalamnya terdapat kebaikan duniawi dan ukhrowi yaitu menjaga diri dan harta dari orang-orang yang hendak berbuat jahat, terlebih lagi dari syaithonâ. Perhatian: Perintah mematikan api dan lampu sebelum tidur merupakan tindakan preventif sebelum terjadt kebakaran, apabila aman dan kebakaran -seperti keadaan lampulampu masa kini-Pent maka tidaklah mengapa menghidupkannya. e. Berwudhu Berdasarkan hadits: Dari Baroâ Bin âAzib bahwasanya Rasulullah bersabda: âApabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalatâ. Imam Nawawi berkata: âHadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila seseorang telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud dari itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemputnya seketika itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri dari gangguan syaithon dan perasaan takut ketika tidurâ. f. Mengebuti tempat tidur Berdasarkan hadits: Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: âApabila salah seorang diantara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpa padanyaâ. FAIDAH HADIST : 1. Sunnahnya mengebuti tempat tidur sebelum tidur. 2. Hendaklah mengebutinya tiga kali. 3. Membaca âBismillahâ ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim. Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengebutinya kembali. 4. Larangan tidur satu selimut Berdasarkan hadits: Dari Abu Said Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah bersabda: âJanganlah pria melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria lain dalam satu selimut, dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita lain dalam satu selimutâ. 5. Berbaring Kesisi Kanan Imam Ibnul Qoyyim berkata: âAdalah Nabi tidur dengan berbaring kekanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan dibawah pipinya yang kananâ. Sahabat Mulia Hudzaifah berkata: âAdalah Nabi apablla tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinyaâ. Imam Ibnul Jauzy berkata: âKeadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar kedokteran merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuhâ. 6. Berwudhu Rasulullah bersabda: âApabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan!â 7. Membaca Ayat AI-Qurâan Dianjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat-ayat AI-Qurâan terlebih dahulu, diantaranya: a. Membaca Ayat kursi, berdasarkan hadits tentang kisah Abu Hurairah yang diajari oleh syaithon ayat kursi kemudian dia berkata: âJika engkau membacanya, maka Allah senanriasa akan menjagamu dan syaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi.â b. Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits Aâisyah dia berkata: âAdalah Rasulullah apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, AlFalaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya kebagian tubuh yang bisa diusap, dirnulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali â. c. Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan hadits: Dari Abu Masâud Al Badriyyi bahwasanya Rasulullah bersabda: âDua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barang siapa yang membacanya diwaktu malam maka akan mencukupinyaâ. 8. Membaca Doâa Banyak sekali doâa sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi dtantaranya: âYaa Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidupâ. âYaa Allah⊠aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat bersandar dan tempat menyelamatkan kecuali kepada-Mu, Yaa Allah⊠aku beriman kepada kitabMu yang telah engkau turunkan dan kepada NabiMu yang telah engkau utusâ, maka jika engkau meninggal pada malam harinya sungguh engkau meniggal dalam keadaan throh dan jadikanlah doâa tersebut akhir yang engkau ucapkan. 9. Apa yang harus dilakukan jika bermimpi? Dari Abdullah Bin Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah bersabda: âMimpi yang baik adalah dari Allah, sedamgkam mimpi yang buruk dari syaithon, maka apabila salah seoratg diantara kalian mimpi buruk hendaklah ia meludah kearah kiri dan mohonlah perlindumgan kepada Allah dari kejelekannya, sesungguhnya hal itu tidak akan memadhorotinyaâ. a. Mimpi ada dua macam: baik dan buruk, mimpi yang baik adalah dari Allah sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon. b. Apabila bermimpi baik hendaklah ia memuji Allah dan menceritakannya kepada orang yang menyukai. c. Sebalknya apabi Ia bermimpi burns maka hendaklah in memohon perlindungan kepada Allah, kemudian meludah kearah kiri sebanyak tiga kali, bepindah tempat, shalat dua rakaat dan janganlah ia menceritakan kepada seorangpun. 10. Dibencinya tidur telungkup Berdasarkan hadits: Dari Tikhfah Al-Ghifari dia berkata: Suatu ketika tatkala aku tidur didalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur terlungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkala: Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah, maka akupum mengangkat kepalaku ternyata beliau adalah Nabi. Berkata Syaroful Haq âAzhim Abadi: âBerdasarkan hadits inI, bahwa tidur telungkup diatas perut adalah dilarang, dan itu adalah bentuk tidurnya syaithonâ. 11. Dibencinya tidur diatas rumah tanpa penutup Berdasarkan hadits: Dari Ali Bin Syaiban bahwasanya Rasulullah: bersabda: Barang siapa yang tidur diatas rumah tanpa penutup/penghalang maka sungguh telah terlepas darinya penjagaanâ. 12. Doâa ketika bangun tidur Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdoâa: âSegala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setetah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepadaNya kami akan dibangkitkan â. Demikianlah pembahasan kita kali ini, akhirmya kita memohon kepada Allah tauk dan hidayah-Nya agar tetap istiqomah dialas jalan-Nya. Amiin. Wallahu Aâlam,. By : Moslem Company
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
Pengunjung Web







![]() | Hari ini | 349 |
![]() | Kemarin | 380 |
![]() | Minggu ini | 1543 |
![]() | Bulan ini | 3748 |
![]() | Total Pengunjung | 177345 |
We have 7 guests online
>> Terbaru
>> Terpopuler
Powered by Joomla!. Designed by: Free Joomla 1.5 Theme, M6.net reviews. Valid XHTML and CSS.
(C) 2008-2010, Departemen Komdatin Nadwah | Developed by Luthfi | Best Viewed on Mozilla Firefox - 1024 by 768 px | Online Sejak 23 Dzulhijjah 1429 H / 22 Desember 2008 M








