logo

Beranda Nadwah Info Nadwah Info FSLDK Penurunan Citra Kaum Perempuan atas Film Suster Keramas
Penurunan Citra Kaum Perempuan atas Film Suster Keramas PDF Print E-mail
Written by Nadwah   
Thursday, 31 December 2009 01:19
Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &

Pusat Komunikasi Daerah Sumsel (UKM NADWAH Universitas Sriwijaya)

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus

PRESS RELEASE

MENGENAI PENURUNAN CITRA KAUM PEREMPUAN

ATAS FILM SUSTER KERAMAS

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, Dan suatu jalan yang buruk”.

Firman Allah SWT (QS.: 17. Al Isra’: 32)


“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah”

(HR. Muslim)

Apakah memang insan perfilman Indonesia telah kehabisan inspirasi hingga memproduksi hiburan hampa makna dan pemain yang kontroversial? Apakah bangsa Indonesia telah kehilangan kehormatan sebagai bangsa yang santun hingga akan berdiam diri terhadap munculnya media yang memudarkan identitas bangsa dan menggerogoti moral pemuda? Ataukah akhlak rakyat Indonesia telah demikian terpuruk hingga berselera untuk memilih hiburan yang jauh dari kepribadian bangsa? Demikiankah kondisi bangsa ini?

Data dari LPA Tangerang: Kasus tindak kejahatan seksual menduduki tempat ke-2 terbanyak yang dilakukan anak & remaja setelah narkoba. Sedangkan data dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (sebagaimana dikutip dari pernyataan Kabareskrim Polri Makbul Padmanegara) :75% pelaku perkosaan mengakui perbuatannya dilakukan setelah menonton film porno. 90 % dari 500 lebih video porno yang telah beredar, dilakukan oleh para pelajar yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.

Film Suster Keramas pada dasarnya adalah film yang bergenre horror dan komedi, namun dari synopsis cerita yang digambarkan, justru menunjukkkan bawa film produksi Maxima Picture ini adalah film porno. Film yang akan dilaunching tanggal 31 Desember 2009 tersebut, menuai banyak kontroversi karena terlalu banyak mengekspos adegan-adegan ‘hot’ dari aktris Jepang Rin Sakuragi.

Semakin maraknya upaya penurunan citra kaum perempuan baik melalui tayangan entertainment, dunia perfilman, maupun media cetak telah menjadikan derajat dan posisi kaum perempuan pada tingkatan rendah. Perempuan menjadi lebih mudah direndahkan, dilecehkan, dihina dan dieksploitasi. Pornografi sangat merendahkan martabat perempuan. Eksploitasi fisik perempuan bukan merupakan penghargaan terhadap kecantikan perempuan. Hal ini justru membuat potensi intelektual perempuan terabaikan, bahkan membuat perempuan dipandang remeh. “Liberasi” perempuan bukanlah dengan membebaskan perempuan melakukan apapun termasuk memamerkan fisik, tetapi dengan membuat orang lain melihat dan menghormati perempuan sebagai manusia dengan potensi yang utuh dan unik, bebas dari judgement fisik semata.

Apakah ini berarti bahwa apa yang terjadi pada kaum perempuan saat ini adalah perulangan nasib dari kaum perempuan terdahulu? Refleksi 81 [delapan puluh satu] kebangkitan kaum perempuan Indonesia menjadi bias bagi bangsa ini. Oleh karena itu mari kita wujudkan kembali kebangkitan perempuan Indonesia menjadi perempuan yang bermoral, bermartabat, dan bercitra diri dengan menolak segala bentuk eksploitasi kaum perempuan yang mengarah pada pornografi dan pornoaksi. Sungguh, dunia hiburan akan lebih dihargai jika mampu berkontribusi dengan memproduksi film yang menumbuhkan rasa cinta negeri dan menginspirasi anak bangsanya untuk terus berinovasi bagi pertiwi.

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas lunturnya budaya malu dan semakin menurunnya citra kaum perempuan, maka dengan ini Jarmus FSLDK (Jaringan Muslimah forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) tergerak untuk menyatakan sikap dan menyerukan :

1. Menolak segala bentuk apapun yang merupakan manifestasi dari eksploitasi kaum perempuan yang mengarah pada penurunan citra kaum perempuan, termasuk juga penolakan terhadap beredarnya film Suster Keramas.

2. Meminta pihak perusahaan perfilman hendaknya bersikap arif, menghormati bangsa Indonesia yang sedang berjuang memberantas pornografi, dengan tidak membuat film yang mengandung unsur pornografi ataupun menghadirkan ikon-ikon pornografi.

3. Meminta Lembaga Sensor Film Indonesia untuk lebih selektif dalam menyeleksi film-film yang akan diputar di Indonesia dan bertidak tegas terhadap film-film yang beraroma pornografi, apapun bentuknya.

4. Mendukung upaya-upaya kritisisasi segala bentuk pornografi di masyarakat, baik oleh pribadi maupun lembaga sebagai wujud penguatan kembali atas UU Pornografi yang telah disahkan.

5. Menghimbau kepada seluruh pihak dan masyarakat, terutama kaum perempuan untuk tetap menjunjung Nilai-Nilai Agama, dan meningkatkan harkat, martabat kaum perempuan agar tidak mudah dilecekan dan dihina.

6. Menghimbau kepada seluruh pihak, baik individu, pemerintah maupun lembaga, yang mengakui nilai kemanusiaan, tata krama dan sopan santun untuk terus bertindak tegas terhadap segala bentuk pornografi

7. Meminta kepada pemerintah dan seluruh elemen bangsa agar tidak mudah terpengaruh opini luar tentang makna HAM, demokrasi, dan kebebasan yang dapat bertentangan dengan kepribadian bangsa.

Bangsa Indonesia juga harus bersikap cerdas, menyadari bahwa kebebasan itu tidak bersifat mutlak karena bersinggungan dengan kepentingan orang banyak, tidak anarkis dalam menyalurkan aspirasi, membentengi diri dan keluarga dari segala bentuk kerusakan moral dengan memegang teguh nilai-nilai agama. Kepada bangsa Indonesia, marilah berberlomba menghasilkan karya yang kontributif bagi kemajuan Indonesia. Pemerintah perlu dukungan dan dorongan dari masyarakat agar senantiasa memperhatikan aspirasi dan melindungi masyarakat, terutama generasi mudanya dari segala bentuk kerusakan akhlak, dan menciptakan lingkungan kondusif bagi lahirnya generasi penerus yang intelektual dan bermoral sebagai modal pembangunan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Oleh karena itu mari kita seleksi dengan seksama tayangan-tayangan film yang beraroma pornografi untuk tidak ditayangkan pada masyarakat luas.

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan api. Di dalamnya ada malaikat-malaikat penjaga yang keras dan bengis”.(QS At-Tahrim : 6)



Surabaya, 29 Desember 2009

Ketua Jaringan Muslimah Nasional
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus

SELAMATKAN GENERASI MUDA BANGSA!

S T O P P O R N O G R A F I !
Comments
Search
Only registered users can write comments!
Luthfi   |SAdministrator |2010-01-13 15:05:32
Stop Pornografi !!!
Luthfi   |SAdministrator |2010-01-13 15:06:06
Ayo budayakan komen di artikel

untuk semua pengunjung website Nadwah

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated on Saturday, 02 January 2010 01:27
 

Login

Registrasi dulu agar bisa login dan menulis artikel!



ShoutMix chat widget

Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini349
mod_vvisit_counterKemarin380
mod_vvisit_counterMinggu ini1543
mod_vvisit_counterBulan ini3748
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung177345
We have 6 guests online

Powered by  MyPagerank.Net



Powered by Joomla!. Designed by: Free Joomla 1.5 Theme, M6.net reviews. Valid XHTML and CSS.

(C) 2008-2010, Departemen Komdatin Nadwah | Developed by Luthfi | Best Viewed on Mozilla Firefox - 1024 by 768 px | Online Sejak 23 Dzulhijjah 1429 H / 22 Desember 2008 M