|
Kisah Wanita..Jannah dan Jahannam.. |
|
|
|
|
Written by Nadwah
|
|
Saturday, 27 March 2010 07:06 |
|
Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.
WANITA YANG BERIMAN Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.†(HR. Ahmad)
1. Khadijah binti Khuwailid Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci). Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga. Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata: Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.†(HR. Al-Bukhari).
Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat.
2. Fatimah Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib. Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.†Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami. Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.
3. Maryam binti Imran Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.
4. Asiyah binti Muzahim Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun. Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata: “Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.â€
WANITA DURHAKA.
1. Istri Nabi Nuh 2. Istri Nabi Luth
Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual) .
Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.â€
Semoga kisah para wanita diatas bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini. Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga.
Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin.
Maraji’: > Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi..@ Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani. > Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri. @Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.
|
|
Serba- Serbi Pakaian Akhwat |
|
|
|
|
Written by Nadwah
|
|
Tuesday, 23 March 2010 06:26 |
Akhwat memang sangat amat teramat unik dan menarik, betul khan?
Ada empat poin yang kali ini kita bahas yaitu warna-warni jilbab, tentang manset,bahan dan model jilbab, tas punggung +jaket. baiklah, mari kita mulai..
Yang pertama ingin ana bahas adalah mengenai warna-warni seru jilbab ataupun pakaian para akhwat. Kenapa penting? Makin kesini, jilbab dan atributnya makin banyak dan bervariasi. Tambah lucu-lucu, tambah ‘gaya’ dan lain sebagainya. Nah sejauh mana ya sebetulnya warna-warni jilbab ini diperbolehkan? Warna-warni yang makin seru itu ternyata sedikit banyak bisa berefek lo.. Ada yang bilang ketika pakai pakaian yang warnanya girly itu kelihatan lebih ‘charming’. Nah, boleh nggak ya kelihatan tambah charming? Lalu jika dikembalikan lagi bahwa, tujuan berhijab adalah untuk menjauhkan fitnah, ketika warna warni itu justru membuat lebih rentan untuk ‘digoda’, maka warna-warni pakaian itu juga sangat penting untuk bisa diperhatikan dan dipertimbangkan ukhtyku.. (Warna-warni disini juga bisa berarti corak dari jilbab ataupun pakaian yang kita pakai).
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab nereka ke seluruh tubuh nereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah, maha Pengampun lagi Maha Penyayang.†(QS.Al-Ahzab:59)
Ana memang bukan pakar mode, hanya saja bukan berarti pakaian yang kita(akhwat) pakai harus selalu berwarna gelap. Poin penting dari pakaian ini kembali adalah niat dari para pemakai yang diseuaikan dengan kemungkinan penilaian dari yang melihat.. Kembali niatkan bahwa pakaian apapun yang kita gunakan bukan untuk menarik perhatian ataupun ‘menggoda’ tetapi ‘pakaian indah’ yang kita pakai adalah dalam rangka menutup aurat kita dengan baik. Mbak Asma Nadia dalam buku beliau “jangan jadi muslimah nyebelin†dengan gamblang memaparkan mengenai bagaimana pakaian muslimah sebaiknya..
Utamanya adalah agar tidak menimbulkan keengganan bagi mad’u untuk bisa mendekati kita sebagai da’i. Selain itu, tentang warna-warni ini juga sangat kondisional sifatnya. Mencolok itu relatif sekali sifatnya. Misalnya begini, warna oranye itu bisa menjadi warna yang mencolok ketika kita pakai ketika semua orang menggunakan jilbab warna hitam. Sebaliknya, warna putih bisa jadi juga akan mencolok ketika semua orang menggunakan warna merah. Kondisional bukan?
Jadi, bolehkah menggunakan warna-warni seru? Kita sendiri yang bisa menjawabnya.. Ketika warna-warni seru itu justru bisa menimbulkan fitnah, saat itulah kita harus memutuskan untuk sebaiknya menggunakan warna-warna yang cukup netral saja..
Lalu tentang manset. Sekali lagi manset bukan mindset.. Mudahnya manset itu apa ya? Em, simpelnya, manset itu adalah atribut tambahan untuk menutupi selain pakaian utama. Nah yang menjadi topik kali ini adalah mengenai manset tangan. Seringkali mungkin manset menjadi pernik remeh bagi kita para akhwat. Namun ternyata, semakin ke belakang ini, model maset berkembang cukup pesat, ada manset yang motifnya ber-renda, manset yang pendek sekitar 10 cm, manset yang panajng hingga lengn atas, ataupun bahkan manset tangan yang berfungsi juga berupa baju. Nah, tanpa kita sadari, mungkin pada bagian tangan, pakaian kita longgar, sehingga walaupun sudah ditutupi manset, ketika tangan antunna diangkat, lengan bawah antunna bisa terlihat walaupun sudah menggunakan manset. Beberapa waktu yang lalu agtri diingatkan bahwa, ternyata ‘pemandangan’ ini cukup menganggu bagi para ikhwan. Sehingga, akan jauh lebih baik jika bisa kita para akhwat tutup dengan sempurna..
Pernik ketiga adalah mengenai bahan dan model jilbab. Di acara Pelantikan kader muda dan madya G yang dulu, hadir sebagai pembicara ustadz ... (lupa) yang membahas tentang etika interaksi ikhwan dan akhwat. Beliau menyampaikan bahwa beliau dan istri beliau berdiskusi mengenai bahan jilbab yang semakin beragam saat ini (istri beliau juga memiliki usaha per-jilbab-an). Beliau menyatakan bahwa ada beberapa bahan jilbab yang sebaiknya dihindari. Kenapa dihindari? ternyata, ada beberapa bahan yang terlalu tipis (mudah melyang ketika ada angin atau transparan ketika kena sinar matahari) untuk dijadikan jilbab ataupun membentuk ketika dipakai. Jadi, berhati-hatilah ketika memilih bahan ataupun model jilbab yang sekarang kian beragam. Hindari bahan-bahan yang terlalu ‘jatuh’ ketika dipakai karena akan berpeluang membentuk lekuk tubuh. Sebetulnya hal ini bisa disiasati yaitu dengan menggunakan ‘double-an’. Jadi pakailah dua jilbab dua lapis insyaAllah hal tersebut bisa lebih aman dan menjaga
Nah untuk pernik keempat ini.. khususnya di Unsoed (bekas kampus ane), sepertinya sudah amat biasa.. tentang tali tas ransel.. Ana juga pertamanya tidak terlalu ‘aware’ dengan hal ini, tetapi ketika membaca salah satu buku Salim A.Fillah, jadi berpikir ulang ketika harus menggunakan tas punggung. Ukhty, tanpa kita sadari, teryata ketika kita menggunakan tas punggung, bentuk tubuh bisa terlihat lo.. Coba deh, anti pakai dan lihat dikaca.. hayo, betul tidak? Agak sulit memang, Anak kampus.. Bukunya se-gede ‘Gaban’ belum lagi bawa laptop, terus ditambah lagi harus membawa bazzoka(tabung gambar) lengkaplah sudah..
Tapi, ana pribadi sudah pernah liat, menggunakan tas selain tas punggung.. Em.. mungkin tidak bisa di generalisir kesemuanya karena ana tahu tas akhwat2 kampus itu betul-betul berat.. Yang perlu dilalakukan sekarang adalah memperkecil peluang terlalu ‘membentuk’ itu.. Seperti, ada yang pakai tas punggung didalam, jadi bukan disampirkan diluar jilbab. Atau pakai tasnya disampirkan disalah satu lengan saja jangan di pundak secara penuh. Tapi, memang hal ini sangat terkait dengan kebutuhan masing-masing individu. Tapi kalau boleh usul, usulan ana adalah.. jangan semua buku dan barang dibawa ke kampus.. jadi nggak perlu harus pakai ransel.. ^_^ Em, mirip dengan tali tas juga, tentang jaket.. Upayakan agar jaket yang digunakan juga berbahan yang agak kaku seperti bahan jaket almamater, jaket himpunan.. Hindari jaket seperi yang dari rajut, karena biasanya memang cukup membentuk tubuh ketika dipakai..
Fiuh.. ribet ya jadi akhwat kya kalian? Sama sekali enggak sebetulnya… Tinggal coba dijalankan saja dengan ‘enjoy’
“…serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran…â€
Sumber :http://muslimgaul.do.am |
|
|
Batasan Wanita Boleh Membuka Jilbab.. |
|
|
|
|
Written by Nadwah
|
|
Friday, 19 February 2010 06:51 |
|
"Kepada siapa sajakah seorang wanita boleh membuka jilbabnya (memperlihatkan rambut, telinga dan lehernya)? Betulkah bahwa seorang wanita tetap harus menggunakan jilbabnya dihadapan wanita lain? Misalkan, dua orang mahasiswi tinggal dalam satu tempat kos/kamar, haruskah mereka tetap menggunakan jilbab, meski untuk tidur?"
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Seorang wanita dibolehkan terlihat sebagian auratnya di depan laki-laki yang menjadi mahram baginya serta di depan sesama wanita muslimah. Sedangkan kepada laki-laki yang bukan mahram dan juga dengan sesama wanita tapi yang bukan muslimah, maka yang boleh terlihat hanya wajah dan kedua tapak tangannnya saja.
Sebaliknya, di depan suami sendiri seorang wanita dibolehkan terlihat semua bagian tubuhnya dengan halal dan sah.
Daftar Mahram
Istilah mahram sebenarnya mengacu kepada kata haram. Maksudnya, wanita atau laki-laki yang haram untuk dinikahi.Pada dasarnya ada dua jenis kemahraman.
Pertama mahram yang bersifat abadi, atau disebut juga dengan mahram muabbad
Kedua, mahram yang bersifat sementara, yaitu kemahraman yang sewaktu-waktu berubah menjadi tidak mahram, tergantung tindakan-tindakan tertentu yang terkait dengan syariah yang terjadi. Kepada mahram yang seperti ini, seorang wanita tetap diharamkan untuk terlihat sebagian auratnya.
1. Mahram Yang Bersifat Abadi (Muabbad) Para ulama membagi mahram yang bersifat abadi ini menjadi tiga kelompok berdasarkan penyebabnya. Yaitu karena sebab hubungan nasab, karena hubungan pernikahan (perbesanan dan karena hubungan akibat persusuan.
a. Mahram Karena Nasab • Al-Umm, yaitu Ibu kandung dengan anak laki-lakinya adalah mahram. Dan demikian jugaseterusnya ke atas seperti antara nenek dengan cucu laki-lakinya. • Al-Bint, yaitu anak wanita dengan ayah kandungnya adalah mahram, dan seterusnya ke bawah seperti anak perempuannya anak perempuan. • Al-ukht, yaitu saudara kandung wanita kepada saudara laki-lakinya. • `Ammat, yaitu seorang bibi dengan keponakan laki-lakinya. • Khaalaat, yaitu seorang bibi (saudara wanita ibu) dengan keponakan laki-lakinya. • Banatul Akh / Anak wanita dari saudara laki-laki dengan pamannya. • Banatul Ukht/ anak wnaita dari saudara wanita dengan pamannya.
b. Mahram Karena Mushaharah (besanan/ipar) Atau Sebab Pernikahan • Ibu dari isteri (mertua wanita) dengan menantu laki-lakinya. • Anak wanita dari isteri (anak tiri) dengan ayah tirinya. • Isteri dari anak laki-laki (menantu peremuan) dengan mertua laki-lakinya. • Isteri dari ayah (ibu tiri) kepada anak tiri laki-lakinya.
C. Mahram Karena Penyusuan
Selain karena dua sebab di atas, kasus di mana seorang anak laki-laki pernah disusui oleh seorang wanita yang bukan ibunya, juga menjadi penyebab kemahraman. Ketika masih kecil, nabi Muhammad SAW pernah disusui oleh seorang wanita dari Bani Sa'ad yang bernama Halimah As-Sa'diyah.
Maka untuk selamanya, Halimah menjadi seorang wanita yang hukumnya mahramnya dengan beliau SAW. Tidak boleh terjadi pernikahan antara mereka, namun Halimah dibolehkan terlihat sebagian auratnya di depan beliau SAW.
Halimah juga punya seorang anak wanita yang bernama Syaima'. Statusnya juga sama dengan Halimah, Syaima' terhitung sebagai saudara beliau SAW sesusuan, maka sebagian auratnya boleh terlihat di depan beliau SAW.
Di antara mereka yang bisa menjadi mahram karena disusui adalah: • Ibu yang menyusui dengan anak laki-laki yang disusuinya. • Ibu dari wanita yang menyusui (nenek) dengan anak laki-laki yang
disusui anak perempuannya. • Ibu dari suami yang isterinya menyusuinya (nenek juga). • Anak wanita dari ibu yang menyusui (saudara wanita sesusuan). • Saudara wanita dari suami wanita yang menyusui. • Saudara wanita dari ibu yang menyusui.
2. Mahram Yang Bersifat Sementara
Kemahraman jenis yang kedua adalah kemahraman ini bersifat sementara. Maksudnya, seorang wanita diharamkan menikah dengan seorang laki-laki karena alasan yang bersifat sementara saja. Namun bila terjadi sesuatu, keharaman itu bisa langsung hilang dan kemudian mereka boleh menikah. Hubungan kemahraman yang seperti ini tidak membolehkan terlihatnya sebagian aurat. Yang membolehkan hanya bila hubungan kemahraman bersifat abadi (muabbad).
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sumber : Eramuslim.com |
|
Last Updated on Friday, 19 February 2010 06:54 |
|
Penyakit yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab |
|
|
|
|
Written by Nadwah
|
|
Wednesday, 23 December 2009 07:29 |
|
Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah) Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman: وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الØÙ‚ من عندك ÙØ£Ù…طر علينا ØØ¬Ø§Ø±Ø© من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (Ø§Ù„Ø£Ù†ÙØ§Ù„: 32) Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32) Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya. Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini. Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj??? ( Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad ) |
|
Last Updated on Thursday, 17 December 2009 21:30 |
|